Kepada Luka di Hati Laki-laki

Bergelut pikir, mencari cercah cahaya pada ujung kata-kata. Nyatanya tak ada. Diam jelma bangku yang nyaman untuk disinggah. Oleh pundak-pundak yang lelah memikul salah. Di balik jendela, terputar sebuah drama. Perihal keping yang cerita, tentang kesepian yang dikasihi dengan mesra — sejak langkah laki-laki menjadi lebar dengan tatih, membawa luka pada hatinya. Ia merunduk takluk,… Continue reading Kepada Luka di Hati Laki-laki

Kepada Pelukan

Jarum jam tak menunjukkan waktu Berputar-putar Putar Berlalu Dan manusia hanya menjadi makhluk yang ragu Tanpa mampu tentu Kembalilah, kemarilah Jangan terlalu jauh Duduk di sini Sebab dari daun jendela yang lebar Cahaya mengintip Hendak mengenalmu Setelah lama (hanya) bercokol dalam gelap lamunku Kembalilah, kemarilah Selepas berkelana, bisakah lipat jarak bersama? Menumpuknya di ujung pintu Agar… Continue reading Kepada Pelukan

Mabuk Keindahan, Kalimantan

Beberapa waktu belakang, waktu banyak ku habiskan untuk ngebolang di Kalimantan. Terkadang dalam rangka berlibur asyik, terkadang karena urusan dinas, pun pernah juga karena keisengan yang luar biasa. Baru beberapa daerah, sih. Tapi Kalimantan udah berhasil buat aku jatuh cinta, sejatuh-jatuhnya. Dimulai dari Balikpapan. Kota ini jadi sering ku kunjungi karena kebetulan Ayah ku sedang… Continue reading Mabuk Keindahan, Kalimantan

Selamat Datang Kembali, Diri

Benar-benar rindu menulis, ya. Rindu baca, pun rindu blog walking. Anggaplah satu sampai dua tahun belakangan adalah masa-masa paling enggak produktif sedunia. Alasannya karena terlalu bergelut dengan realita, sampai lupa dengan dunia imaji penuh suka-cita ini. Padahal sebelum terlalu gegulingan sama kefanaan dunia, baca, nulis, dan ngeblog bener-bener jadi suatu tempat pelarian selama ini. Hal-hal itu… Continue reading Selamat Datang Kembali, Diri

Kegelisahan Seorang Kakak dan (Calon) Ibu Masa Depan

Udah lumayan lama enggak merhatiin media sosial (medsos). Akhirnya baru kemarin lagi mengarungi, setelah pembicaraan dengan seorang sahabat. Sejak pembicaraan kemarin — tentang kondisi dan tren yang beredar di medsos –, ada kegelisahan yang benar-benar mengganggu hingga detik aku menuliskan tulisan ini. Kekhawatiran tentang masa depan, yang sekiranya nanti, peranku adalah sebagai orang tua. Pun… Continue reading Kegelisahan Seorang Kakak dan (Calon) Ibu Masa Depan

Cerita Jogja (Bagian Dua)

Hehehe, post ini isinya melanjuti Cerita Jogja pertama yang dipotong sampai tanggal 25 Desember. Di post Cerita Jogja (Bagian Dua), cerita dilanjutkan mulai tanggal 26 — 30 Desember 2015. *** Tanggal 26 Desember Setelah bingung menentukan destinasi hari ini, akhirnya kami (aku, Kak Fasy, Nira, dan Bimo) memutuskan cabut ke Kalibiru dan Pantai Glagah. Naik motor. Alasannya, menghindari… Continue reading Cerita Jogja (Bagian Dua)

Cerita Jogja

Manusia boleh bikin rencana se-ntaph-ntaph-nya, tapi faktor ke-kampretan oknum tak terduga bisa jadi penyebab ketidaksesuaian rencana bermula. (Adz, 2016) *** HAHAHA! Udah lewat dari seminggu setelah kejadian di mana akhirnya quote itu tercipta. Tapi namanya manusia, kadang ngedumelnya suka dipanjang-panjangin. Manusia penuh drama. Aku contohnya. Sebenernya, di tahun 2016 ini aku pengen menjadi anak kalem… Continue reading Cerita Jogja